Connect with us
iklan

Hiburan

Ada Ikonik Menara Eiffel di Kota Tangerang

Published

on

Bisniscorner.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pertamanan (Disbudparman) menambahkan ikon Menara Eiffel pada lokasi destinasi wisata baru Kota Tangerang di Ecofarm Kampung Baru, RW1 Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci.

“Di Ecofarm sudah kami lengkapi fasilitas Menara Eiffel,” ujar Hendri Pratama Syahputra, Kabid Pertamanan Disbudparman Kota Tangerang, Selasa (6/4).

Hendri melanjutkan, Ecofarm yang dilengkapi fasilitas Menara Eiffel tersebut dalam rangka menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang layak dikunjungi. “Jadi, masyarakat yang ingin berswafoto dengan Menara Eiffel tak perlu jauh-jauh pergi ke Prancis, cukup ke Ecofarm,” ujarnya.

Menara Eiffel di Ecofarm ini menjulang ke atas dengan ketinggian sekitar tujuh meter berwarna kuning bagaikan emas.

Adapun jika di Prancis, Menara Eiffel dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine Kota Paris. Sedangkan di Ecofarm, Menara Eiffel dibangun di tepi Sungai Cisadane.

Selain Menara Eiffel, pelancong yang berkunjung ke Ecofarm bisa berfoto dengan kincir angin layaknya di Belanda. Lalu, pengunjung juga disuguhkan dengan taman bunga serta melihat langsung area kolam ikan, ternak, dan sawah.

“Mudah-mudahan Ecofarm ini setelah pandemi bisa menjadi trauma healing bagi masyarakat selama pandemi, pembangkit pariwisata Kota Tangerang, dan pemulihan ekonomi masyarakat sekitar,” tandasnya. (Fjn)

Advertisement iklan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hiburan

Cinema XXI & Timezone SMS Kembali Beroperasi denga Prokes Ketat

Published

on

Bisniscorner.com – Setelah kurang lebih satu tahun tutup akibat pandemi, pintu teater Cinema XXI Summarecon Mall Serpong (SMS) kembali dibuka mulai Jumat, 2 April 2021.

Cinema XXI SMS kembali beroperasi setelah mendapatkan izin dan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, sebagai percontohan pertama operasional bioskop di wilayah Kabupaten Tangerang.

Setelah diizinkan beroperasi kembali, selanjutnya pengelola bioskop dan penonton wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Cinema XXI telah menyiapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh pengunjung dan petugas bioskop, seperti wajib menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, dan selalu menjaga kebersihan tangan.

Saat berada di dalam teater, pengunjung diwajibkan untuk menjaga jarak minimal 1 meter antar pengunjung dan tidak boleh berkerumun. Untuk saat ini, jumlah penonton dalam satu teater akan dibatasi, maksimal 30 persen dari total kapasitas.

Pihak Cinema XXI juga telah menempatkan sejumlah informasi guna mengingatkan pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Untuk menjaga area bioskop tetap bersih dan steril, pemeliharaan dan pembersihan di seluruh lingkungan bioskop dilakukan secara rutin setiap harinya.

Selain Cinema XXI, tenant lain yang kini telah kembali beroperasi adalah Timezone. Wahana bermain anak ini juga akan dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Cinema XXI. Sejumlah protokol yang harus diperhatikan di antaranya seperti larangan masuk ke area Timezone bagi anak di  bawah usia 5 tahun, serta pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari total kapasitas.

“Saat ini, Cinema XXI & Timezone Summarecon Mall Serpong telah mendapat izin untuk kembali beroperasi, namun dengan penerapan protokol kesehatan ketat, serta pembatasan kapasitas penonton dan pengunjung. Khusus untuk Cinema XXI, SMS menjadi lokasi pertama sekaligus sebagai percontohan operasional bioskop di wilayah Kabupaten Tangerang. Kami tentu menyambut baik hal ini, dan bersama

tenant, kami akan berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penonton dengan selalu mematuhi protokol kesehatan..’ tutup Tommy, Center Director SMS. (Rls)

Continue Reading

Hiburan

Museum di Rumah Sendiri “Tok Wan Haria Menunggu Rindu”

Published

on

Bisniscorner.com – Ketika kami datang, lelaki tua berusia 88 tahun itu masih terbaring di tempat tidur. Beberapa tahun terakhir, dia tak bisa lagi berjalan. Tubuhnya mulai lemah. Giginya berangsur punah, sehingga berpengaruh pada intonasi dan lafaz atau kata-kata yang diucapkannya.

Tapi semangatnya masih luar biasa. Jika bicara, daya fikirnya sering menjelajah belahan dunia. Meski tak bisa lagi ke mana-mana, lelaki ini menyedekahkan diri untuk menerima tamu di rumahnya. “Sisa-sisa hidup saya, akan saya wakafkan bagi siapapun yang datang ke sini,” katanya.

Saat kami berkunjung ke  kediamannya, lelaki ini berpindah ke kursi roda. Dibantu oleh seorang anak perempuan dan cucunya, dia menyambut kami di teras rumahnya yang sempit. Dia tersenyum lebar. Matanya tampak sedikit berair. Tak tahu apa karena sedih atau sedang bahagia. Atau pula karena rindu akan masa lalunya.

Lelaki itu adalah H Muhammad Tok Wan Haria (TWH). Seorang veteran dan wartawan senior di Sumatera Utara. Sejak 2019 lalu, ayah 6 anak kelahiran Aceh Utara, 15 November 1932 ini, mengaku menghabiskan seluruh sisa hidupnya dengan menjadi tuan rumah di Museum Perjuangan Pers Sumatera. TWH menyulap rumahnya yang tak terlalu besar, menjadi museum pers yang hanya bisa dihitung jari di Indonesia.

Dengan senyum tulus, TWH menerima kami dan rombongan yang hadir di rumahnya. Bersama saya ada  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DI Aceh, Tarmilin Usman, Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Riau, Zufra Irwan, dua Komisioner KIP Sumut, Eddy Syahputra Sormin dan Abdul Jalil. “Mimpi apa saya bisa bertemu dengan pendekar-pendekar pers ini,” kata TWH dengan mata yang sudah separuh basah.

TWH bercerita, keinginan untuk membuat museum pers ini sudah lama diidamkannya. Tapi tak pernah kesampaian. Dia sudah menghubungi banyak orang, banyak pejabat, banyak tokoh dan pengusaha. Tapi di antara orang-orang yang dihubungi, tak banyak yang berminat atau membantu. TWH pun letih sendiri. Akhirnya, dalam kegalauan, dia memutuskan menjadikan rumahnya di Jalan Sei Alas Sikambing No.6 Medan Petisah, sebagai Museum Perjuangan Pers Sumatera.

“Tak akar rotan pun jadi. Tak emas bungkal diasah. Tak jenjang kayu dikeping. Tak dapat numpang di Balai Kota Medan, ya di rumah sayalah,” ujar TWH yang menjadi wartawan sejak tamat SMA,  berpetatah.

TWH menuturkan, sejak museum ini dibuka, tak banyak pejabat yang datang. Kalau dari kalangan praktisi pers, mana yang sempat saja. Tapi pelajar dan mahasiswa, hampir dua ribuan yang berkunjung. Ini yang membuat TWH senang. Apalagi beberapa mahasiswa USU (Universitas Sumatera Utara) dan beberapa universitas lainnya, menjadikan data di museum sebagai bahan skripsi mereka.

Ketika Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021 lalu, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, sempat berkunjung ke museum. Musa mengaku terpukau melihat berbagai koleksi surat kabar lama serta tokoh-tokoh pejuang pers dan pejuang kemerdekaan RI di Sumatera yang dipajang di museum.  Ketika itu Musa mengatakan, rumah pribadi TWH ini terlalu kecil untuk museum.

“Tempat ini tidak layak menampung semua koleksi TWH. Saya janji mendiskusikan masalah ini dengan  Gubernur Sumut, Pak Eddy Rahmayadi. Saya akan mengupayakan lokasi yang bisa menampung banyak koleksi pers dan terbilang lengkap ini,” janji Musa ketika itu. TWH pun terharu dan tidak mampu membendung tangisnya.

Ketika Bobby Nasution akan maju sebagai Wali Kota Medan, dia juga berkunjung dan meminta doa restu dari tokoh Pers Sumut ini, agar terpilih jadi Walikota.  Meski hujan lebat, Bobby tetap mendatangi kediaman TWH. Dia disambut pemilik rumah dengan mengenakan baju pejuang, lengkap dengan atributnya. Ketika itu TWH mendoakan agar Bobby terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Medan.

TWH juga berharap pada Bobby, jika dia terpilih jadi Walikota, bisa membuat kebijakan agar Balai Kota  dijadikan Museum Kota Medan. Karena saat ini, tempat itu telah berubah menjadi restoran, sehingga nilai sejarahnya hilang.

“Saya sungguh meminta, jika Pak Bobby menang, bisa mengembalikan fungsi balai kota sebagai museum dan objek sejarah,”  harapnya saat itu.

Sesungguhnya, kedekatan TWH dan cita-citanya mendirikan Museum Pers, karena dia adalah bagian yang tak terpisahkan dari profesi wartawan. Dari catatan Tribun Medan, sejak kecil, TWH sudah akrab dengan dunia komunikasi. Apalagi ayahnya adalah Kepala Penerangan Tentara Resimen Divisi X yang juga seorang wartawan di Media “Seruan Kita”.

Pada usia 16 tahun, TWH ikut jejak ayahnya menjadi wartawan di Aceh. Beberapa tahun kemudian, dia pun masuk menjadi tentara.  Dalam rapat yang dilakukan Presiden Soekarno di Bireun tahun 1948, dia ditugaskan menjadi Tentara Penerangan untuk penerimaan berita maupun foto serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi Indonesia pada era kemerdekaan.

Setelah agresi Belanda berakhir, TWH pindah ke Medan. Tahun 1950, dia melanjutkan pendidikan di SMP Josua dan kemudian masuk ke SMA Tagore. Usai pulang sekolah, TWH memberanikan diri untuk melamar pekerjaan di Harian Mimbar Umum pada tahun 1954. Dia diterima di media itu. Tamat SMA, dia fokus menjadi wartawan sehingga bisa keliling wilayah Asia dan ASEAN.

Dalam perjalanan karirnya, TWH pernah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk meliput pemilihan Presiden Ronald Reagen periode kedua pada tahun 1980-an bersama 27 jurnalis dari seluruh dunia. Di sinilah TWH bisa menginjakkan kaki di Amerika dan sempat menaiki gedung pencakar langit World Trade Center yang kini sudah runtuh saat peristiwa 11 September 2001.

Tahun 2011, Muhammad TWH mendapatkan “Press Card Number One” atau Kartu Pers Nomor Satu dari PWI Pusat. Tidak semua wartawan senior dapat memilikinya. Press Card Number One adalah bukti bahwa TWH seorang wartawan profesional dengan kompetensi dan integritas tinggi.

Sebagai pejuang, TWH yang pernah menjadi Humas Legiun Veteran RI Sumut, pernah pula menerima  penghargaan sebagai Tokoh Kurator Komunikasi Jurnalistik dalam ajang  Anugerah Komunikasi Indonesia 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Sebagai seorang wartawan hebat, TWH juga seorang penulis handal. Dia sudah menulis 28 buku sejak tahun 1986. Mulai dari buku “Pertarungan di Front Barat Medan Area” Hingga  buku terbaru berjudul Sejarah Pers dan Pendidikan Dasar Perfilman Sumut”.

Dia juga rajin dan hobi mengumpulkan setiap dokumen pers, sejarah, buku-buku, surat kabar tua, foto-foto, nama-nama pejuang dan perannya, kliping koran dan sebagainya. Mulai dari wilayah Aceh, Sumut dan Sumatera Tengah (Sumbar, Riau dan Jambi). “Harta karun” yang ribuan jumlahnya itulah yang kini memenuhi Museum Perjuangan Pers Sumut. Hebatnya, TWH hapal semua jenis barang yang dikoleksi beserta semua latar belakang sejarahnya.

Kini, TWH memang sedang merindu. Di umurnya yang sudah menginjak 89 tahun, dia rindu ada pihak lain yang akan memindahkan museum dari rumahnya. Dia ingin, agar sejarah Pers di Sumut dan Sumatera, bahkan di Indonesia, tidak hilang begitu saja. Jika kelak dia sudah tiada, semua dokumen penting ini, bisa terawat dan terjaga sepanjang masa.

Menurut Wartawan senior Sumut, H. Ronny Simon, itulah sebabnya, TWH selalu sedih dan menangis jika ada pejabat dan wartawan berkunjung ke rumah dan museumnya. Karena dia berharap, profesi wartawan tidak boleh punah serta ada perhatian pemerintah untuk menjaga warisannya.

Ronny yang sehari-hari mendampingi TWH sebagai Wakil Ketua Museum menyebut, harapan kepada pemerintah Sumatera Utara melalui Wakil Gubernur yang pernah berkunjung dan berjanji, selalu ditunggu dan dirindukan TWH realisasinya.

Juga harapan TWH kepada Bobby Nasution yang kini sudah terpilih menjadi Walikota Medan, menjadi semangat dan harapan hidupnya. Kata TWH, dia merindukan semua janji-janji itu menjadi kenyataan.

“Setahu saya hingga kini, museum ini, ya seperti inilah. Tak ada sesiapun yang membantu. Semua biaya masih kami tanggulangi sendiri. Mulai dari biaya pemeliharaan hingga listrik,  termasuk biaya konsumsi tamu-tamu penting. Saya pun berharap, semua janji ditepati dan saya juga merindukan sebuah museum Pers yang representatif,” kata Ronny Simon yang juga tercatat sebagai salah seorang Ahli Pers di Indonesia.*

Penulis : H Dheni Kurnia, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau dan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia  Riau.

Continue Reading

Hiburan

Tingkatkan Pariwisata di Kabupaten Ngawi, Kementerian PUPR Mulai Penataan Kawasan Pusaka Benteng Pendem

Published

on

Bisniscorner.com  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan penataan Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan Benteng Pendem yang merupakan kawasan cagar budaya di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Penataan kawasan pusaka Benteng Pendem merupakan tindak lanjut Direktif Presiden Joko Widodo usai meninjau bangunan bersejarah tersebut pada (1/2/2019) silam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konsep revitalisasi Benteng Pendem disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah.

Revitalisasi Benteng Pendem yang dilakukan Kementerian PUPR tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Destinasi wisata heritage yang berada di Kelurahan Pelem, Ngawi ini  dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa.

Bangunan bersejarah tersebut  merupakan benteng peninggalan Belanda yang dahulunya berfungsi sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak pasukan. Saat ini kondisinya terlihat memprihatinkan dan minim perawatan. Dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut rusak dan kusam, serta beberapa bagian bangunan juga hilang.

Sejak 10 Desember 2020, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mulai melakukan restorasi Benteng Pendem dengan tetap melindungi elemen-elemen bangunan utama sesuai dengan tahapan pelestarian bangunan gedung cagar budaya, sehingga pemugaran tidak menghilangkan arsitektur asli bangunan tersebut. Terdapat 13 bangunan yang akan dilakukan restorasi diantaranya bangunan barak tentara, mess perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, dan gerbang.

Kemudian juga dilakukan penataan kawasan dengan membangun jalan/akses, drainase, pedestrian, jembatan, dan lansekap. Selain itu dibangun fasilitas tambahan seperti deep wheel, power house, toilet, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan sarana prasarana air bersih.

Penataan kawasan Benteng Pendem Ngawi seluas kurang lebih 42.181 m2 dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pengerjaan 780 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Januari 2023. Anggaran revitalisasi bersumber dari APBN Tahun 2020-2023 (Multy Years Contract) dengan nilai kontrak Rp 113,7 miliar.

Diharapkan program revitalisasi Benteng Pendem dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik atau manca negara, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Bangunan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung karena selain bangunannya yang megah dan bagus juga banyak memiliki spot foto yang sangat menarik. Benteng Pendem bisa menjadi destinasi wisata pilihan di Kabupaten Ngawi yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam dari Kota Surabaya via Tol Trans Jawa. Lokasinya berada sekitar 3 Km dari pusat kota Kabupaten Ngawi. (Rls)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News3 jam ago

Bendungan Sukamahi Bogor, Infrastruktur Pengendali Banjir Jakarta Sekaligus Taman Ekowisata

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengembangkan konsep Ecotourism Park atau Taman Ekowisata dengan memanfaatkan kawasan...

Breaking News4 jam ago

Polsek Serpong Bekuk Mahasiswa Pengedar Ganja

Bisniscorner.com – Seorang oknum mahasiswa berinisial MUA (26) warga Jakarta ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Serpong Polres Tangerang Selatan karena...

Breaking News1 hari ago

Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Jawa Timur, Kementerian PUPR Salurkan Sarana dan Prasarana Kebutuhan Warga Terdampak

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten...

Breaking News1 hari ago

Gerakkan Ekonomi Wilayah, Kementerian PUPR Gandeng Badan Usaha Pelihara Jalintim di Riau

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan jalan nasional dalam rangka mendukung...

Breaking News2 hari ago

Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa dari Rumah

Bisniscorner.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan aplikasi SINAR (SIM Presisi Nasional). Kehadiran aplikasi SIM online ini perwujudan...

Breaking News2 hari ago

Di Rakernis Propam, Kapolri Minta Polisi Terlibat Narkoba Ditindak Tegas

Bisniscorner.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Propam Polri untuk menindak tegas seluruh personel kepolisian yang masih terjerat...

Trending