Connect with us

UMKM

Dukung Perekonomian Daerah, bjb PESATkan UMKM Hadir di Kota Serang

Published

on

Bisniscorner.com  – bank bjb selalu mendukung kebangkitan dunia usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dalam program bjb PESATkan UMKM, yang kali ini hadir di Kota Serang. Kegiatan digelar di Hotel Le Dian Hotel, Kota Serang, Banten pada Selasa 6 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, mengatakan bjb PESATkan UMKM merupakan program pengembangan yang difokuskan untuk membina para pelaku UMKM. Sebagai agen perubahan, bank bjb selalu menjadikan UMKM sebagai mitra prioritas khususnya dalam upaya mengakselerasi perkembangan ekonomi daerah.

“bjb PESATkan UMKM merupakan dukungan programatik yang diberikan bank bjb kepada dunia usaha khususnya para pelaku UMKM. bank bjb mencoba berpartisipasi meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku usaha agar senantiasa dapat berkembang dan bertumbuh bersama,” kata Widi.

Dalam program ini, bank bjb memberikan pelatihan intensif kepada pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha mereka. Fokus pelatihan di antaranya diarahkan kepada pengelolaan usaha serta pemanfaatan perangkat digital untuk membuat produk yang ditawarkan lebih dikenal luas dengan strategi go digital.

Selain itu, bank bjb memberikan pelatihan pengelolaan keuangan serta mengadakan pembekalan soft skill praktis bagi para pelaku usaha. bank bjb juga turut menyosialisasikan produk keuangan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya produk-produk kredit UMKM untuk pembiayaan dan modal usaha serta produk digital banking.

Sejumlah produk Kredit UMKM bank bjb yang diperkenalkan antara lain Kredit Mikro Utama, Kredit Usaha Kecil Menengah, Kredit Cinta Rakyat, Kredit Usaha Rakyat dan Skema Subsidi Resi Gudang.

Berbagai jenis kredit ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan para pelaku UMKM sesuai dengan kondisi dan kebutuhan usaha mereka. bank bjb juga melayani konsultasi pembiayaan bagi para pelaku usaha yang hendak menggunakan fasilitas kredit modal usaha agar dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi menambahkan “langkah ini merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan nyata bank bjb terhadap pelaku UMKM. Sebagai agen perubahan, bank bjb selalu menjadikan UMKM sebagai mitra prioritas khususnya dalam upaya mengakselerasi perkembangan ekonomi daerah.

“UMKM memiliki peran yang teramat penting dalam tubuh perekonomian nasional. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian juga sangat besar dan menjadi penyumbang utama angka serapan tenaga kerja. Karena itu, bank bjb senantiasa menjaga komitmennya untuk terus berupaya mendorong pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka, termasuk dengan mengakselerasi proses adaptasi UMKM menghadapi ekosistem usaha digital,” kata Denny.

Sebelum di Serang, kegiatan bjb PESATkan UMKM sudah digelar sejak tahun 2020 di beberapa daerah seperti Tangerang, Sukabumi, Bogor, Garut dan Tasikmalaya. (Rls)

UMKM

UMKM Banten Didorong Kemenkominfo Lebih Aktif di Kancah Nasional

Published

on

Bisniscorner.com – Memanfaatkan hasil produksi dan olahan di daerahnya, UMKM lokal didampingi untuk berekspansi ke luar daerah dengan mengoptimalkan aplikasi-aplikasi digital.

Berkembang pesatnya teknologi digital, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku UMKM. Peluang ini bisa terwujud ketika para pelaku UMKM mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada di media sosial dan aplikasi penunjang toko-toko online sehingga proses bisnisnya menjadi lebih efektif dan efisien. Sebut saja aplikasi media sosial, aplikasi agregator, aplikasi kasir, aplikasi pembukuan, dan lain sebagainya.

Dalam kegiatan Active Selling yang diselenggarakan dari bulan Juli hingga Desember 2021, Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo RI memfasilitasi 2.600 UMKM di sektor produksi dan pengolahan yang berlokasi di Banten dan sekitarnya, didampingi dalam manfaatkan tekologi digital.

Pendampingan ini berupa training-training pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital. Fasilitator yang bertugas siap untuk melakukan pendampingan baik secara online maupun offline. Untuk memudahkan pendampingan secara online, Kemenkominfo akan memberikan paket data kepada UMKM. Namun bagi mereka yang sibuk, fasilitator akan datang ke lokasi bisnis.

Memiliki Destinasi Wisata Tanjung Lesung yang sedang diprioritasan, Banten juga punya berbagai hasil produksi dan olahan UMKM. Sebut saja cindera mata asli Badui dan makanan khas seperti Susu Kambing Etawa, Madu, Ceplis, dan lain-lain. Produk-produk ini dapat dipasarkan ke luar Banten dengan cara online.

“Dengan menjual produk-produk khas lokal, maka UMKM masing-masing daerah memiliki differensiasi produk. Jika dimaksimalkan dengan pemanfaatan aplikasi digital, produk-produk UMKM ini dapat berbicara di kancah nasional”, tutur I Nyoman Adhiarna, Plt. Direktur Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo RI.

Kegiatan Active Selling juga didukung dengan publikasi untuk meningkatkan Awareness masyarakat melalui radio-radio yang menjangkau hingga ke pelosok daerah, mengajak para pelaku UMKM untuk memaksimalkan kesempatan mengembangkan usahanya dengan mengoptimalkan penggunakan aplikasi digital. Awareness ini juga ditujukan kepada stakeholders terkait, agar dapat bersinergi dalam mendorong perkembangan UMKM di daerahnya.

Bersamaan dengan adanya kegiatan pendampingan, Kominfo RI juga melaksanakan survei terhadap 3.700 UMKM secara online dan offline. Survei ini bertujuan untuk memperbaharui data terkait adopsi teknologi digital oleh UMKM, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan program berikutnya. (Fjn)

Continue Reading

UMKM

Pelaku UMKM Ciledug Prima Bagikan Makanan untuk Warga Isoman

Published

on

Bisniscorner.com – Pandemi Corona masih belum berakhir, di Kota Tangerang terdapat 7.800 jiwa yang tengah menjalankan isolasi mandiri (isoman). Rumah sakit dan ruang isolasi terkonsentrasi (RIT) saat ini masih penuh oleh pasien Covid-19.

Untuk meringankan beban warga yang tengah Isoman dibutuhkan uluran tangan berbagai pihak, sehingga pandemi ini bisa segera teratasi.

Keringanan hati ini diwujudkan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Ciledug yang tergabung dalam Ciledug Prima. Bersama pihak Kecamatan Ciledug menghimpun donasi berupa makanan siap saji yang di bagikan ke delapan kelurahan kepada warga yang isoman.

“Kami berhasil menghimpun sebanyak 620 makanan siap saji yang langsung kami salurkan kepada warga yang isoman,” ujar Anggraeni Ketua Pojok UMKM Ciledug Prima, Kamis (15/7).

Selain itu, sambung Anggraeni saat ini Pojok UMKM di Kecamatan Ciledug di fungsikan sebagai posko bantuan Covid-19 bagi warga yang isolasi mandiri. Bantuan dalam bentuk makanan menjadi prioritas agar meringankan beban kebutuhan harian warga.

Salah satu wilayah di RW 06 Kelurahan Parung Serab yang menerima bantuan paket makanan terdata ada enam orang yang sedang isoman.

“Terimakasih atas bantuan dari pihak Pojok UMKM Ciledug Prima, tentu sangat bermanfaat bagi warga. Kita berharap Pandemi ini bisa segera berlalu,” kata Suharjo Cipto Ketua RW 06.

Sementara itu Lurah Parung Serab Ahmad Tribuana menjelaskan di wilayahnya ada 72 orang yang tengah menjalankan isoman. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan pada Juni mencapai 200 orang.

Pihaknya secara rutin melalui grup WhatsApp bersama kepala RW dan RT terus melakukan komunikasi dalam membangun kekompakan warga guna meringankan beban yang sedang menjalankan isolasi mandiri.

“Kami terus jaga gotongroyong diantara warga sehingga jika ada yang menjalankan isolasi mandiri bisa segera dibantu,” pungkasnya. (Fjn)

Continue Reading

UMKM

Dorong UMKM Naik Kelas, Griya Reka Jadi Fasilisator Puluhan UMKM Kabupaten Bogor

Published

on

Bisniscorner.com – Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya pangan asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, segera naik kelas. Rencananya, puluhan produk UMKM ini bakal terus didorong untuk masuk ke dunia ritel agar pasarnya terus berkembang.

Adalah Arif Dwi Haryadi dan Zulfan dari UD Griya Reka. Sejak Juni 2021, kedua warga Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, ini menjadi fasilitator pelaku UMKM khusus pangan dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor untuk naik kelas.

Ide ini, menurut Zulfan berangkat dari kesulitan para pelaku UMKM di Kabupaten Bogor untuk memasarkan produknya. Kata dia, saat ini sudah ada 26 produk UMKM yang dipasarkannya antara lain di Toko Amen Serpong Tangsel, Toko Amen Talang Kedung Halang, Toko Amen Pandu Raya Bogor dan Toko Bekuan Frozen di Jungle Bogor Selatan.

“Kita kenalkan produk UMKM ke pasar lebih luas. Karena seperti kita tahu bahwa pelaku UMKM ini terkendala pemasaran. Dengan bergabung dengan kita, harapannya produk bisa diterima konsumen lebih luas dan menambah income pelaku UMKM,” kata Zulfan di Bogor, Sabtu (3/7/2021).

Zulfan yang juga pemilik Doye Frozen ini menambahkan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi jika ingin bergabung di Griya Reka. Syarat yang harus dipenuhi, antara lain legalitas produk berupa NIB (Nomor Induk Berusaha), PIRT, halal, layak jual, rasa dan kemasan yang menarik.

“Target kami 50 produk bisa dipasarkan. Saat ini sudah ada dari Kecamatan Bojong Gede, Gunung Putri, Tajur Halang, Parung Panjang dan Leuwiliang. Target seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor,” Zulfan menambahkan.

Bicara soal izin pelaku UMKM, Zulfan mengaku sebagian besar produk yang terdaftar di pihaknya sudah memiliki izin, baik itu NIB, PIRT maupun legalitas halal. Meski begitu, ia juga mengaku ada sejumlah produk yang proses izinnya masih berjalan.

“Harapan kita, dinas terkait bisa membantu proses perizinan pelaku UMKM ini agar pasar mereka semakin luas, dan tujuan akhir menambah income juga lebih cepat tercapai,” tandasnya.

Pada bagian lain, Arif mengaku pihaknya juga sedang fokus mengajukan produk-produk UMKM ini untuk bisa dijual di ritel modern. Saat ini, diakuinya proses pengajuan ke salah satu perusahaan ritel besar di tanah air sedang berjalan.

“Ada aturan yang mewajibkan pelaku ritel modern untuk turut membantu memasarkan produk UMKM lokal, kita manfaatkan itu. Harapannya, produk-produk UMKM ini segera naik kelas dan pasar semakin luas,” tandasnya.

Arif mengaku masih membuka pintu bagi pelaku UMKM yang mau berpartisipasi. Tak hanya itu, pihaknya juga open terhadap bagi siapa saja yang mau jadi reseller dari produk-produk tersebut di atas.“Untuk itu bisa menghubungi Pak Zul dinomor 0822-6069-8612,” tandasnya. (red)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News24 jam ago

Beri Kenyamanan Wisatawan dan Kegiatan Keagamaan, Kementerian PUPR Mulai Penataan Kawasan Suci Pura Besakih di Bali

Bisniscorner.com – Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia memiliki daya tarik yang identik dengan seni, budaya,...

Breaking News24 jam ago

Menteri Basuki Tegaskan Pentingnya Data BMKG dalam Pembangunan Infrastruktur

Bisniscorner.com – Sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah cincin api dan juga negara seismik aktif, Indonesia secara konstan menghadapi...

Breaking News24 jam ago

Percepat Herd Immunity, BIN Banten Gelar Valksinasi untuk Pelajar dan Santri

Bisniscorner.com – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten di delapan wilayah kabupeten dan kota se Provinsi Banten menggelar vaksinasi untuk...

Breaking News3 hari ago

BMCI Salurkan Bantuan dari Donasi Konsumen Alfamart untuk Relawan PMI Kota Tangerang

Bisniscorner.com – Sebagai bentuk kepedulian serta memerangi pandemi Covid-19, melalui hasil donasi konsumen yang digalang di toko Alfamart memberikan bantuan...

Breaking News3 hari ago

Kota Tangerang Miliki Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung Terbesar di Banten

Bisniscorner.com – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meresmikan operasional Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung yang digadang akan menjadi...

Breaking News3 hari ago

Vihara Butong Dukung Percepatan Herd Immunity di Kota Tangerang

Bisniscorner.com – Dalam mendukung percepatan terbentuknya herd immunity di Kota Tangerang pada masa pandemi covid19, vihara Butong, di Kecamatan Neglasari...

Trending