Connect with us

Bisnis

Masa Depan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

Published

on

Bisniscorner.com  – Kelapa sawit, baik secara sadar ataupun tidak, menjadi bagian atau bahan dari produk-produk yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kelapa sawit memang salah satu komoditi penting Indonesia. Sayangnya, kesadaran akan penggunaan kelapa sawit yang berkelanjutan belum banyak timbul. Pemanfaatan dan konsumsi produk kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah total produksi yang dihasilkan setiap tahunnya.

Rendahnya permintaan ini tidak hanya ditentukan oleh konsumen sebagai tujuan akhir rantai nilai produk. Industri hilir juga memegang andil dalam mendorong berkembangnya demand produk kelapa sawit berkelanjutan. Saling berkaitan, permintaan di sisi konsumsipun dapat terus mendukung produsen untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan sosial dan menciptakan ekosistem pasar akan produk kelapa sawit berkelanjutan yang sehat. Sayangnya, belum terlihat adanya kebijakan yang secara spesifik mengatur konsumsi produk kelapa sawit berkelanjutan di dalam negeri.

“Mengembangkan sustainability terkait palm oil itu diawali di keberterimaan perdagangan sawit di dunia. Pemerintah dan stakeholders semua, pelaku usaha sawit, bahkan inisiatif awal itu datang dari industri, berkembanglah RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) pun ketinggalan pada saat itu,” ujar Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan dalam Dialog Kebijakan bertajuk Memperkuat Ekosistem untuk Meningkatkan Pasar Produk Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia, 15 Juni 2021.

Oke melanjutkan, sustainable palm oil ini sudah menjadi kebutuhan dalam pengembangannya itu untuk menjawab negative impression terhadap palm oil yang berkembang di dunia. sehingga arah ke dalam negerinya menjadi, pada saat itu, tidak menjadi menjadi prioritas. Karena pengembangan sustainable palm oil lebih dikembangkan untuk menjawab tantangan-tantangan yang dikembangkan di perdagangan global terkait daya saing palm oil yang sangat menggangu produk-produk lain.

Terkait kelapa sawit berkelanjutan dalam skala nasional, Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dalam dialog yang sama mengatakan, pengusaha dan petani mandiri dapat mengadopsi standar sertifikasi nasional maupun global yang didesain untuk memberi akses pada pasar domestik dan internasional dan meningkatkan panen berkelanjutan.

Indah menambahkan dua jenis sertifikasi kelapa sawit bekerlanjutan bisa diadopsi oleh pelaku usaha kelapa sawit, RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) untuk skala global seperti yang dikatakan oleh Oke Nurwan, dan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) untuk nasional. ISPO yang sudah ada sejak tahun 2009 lebih lanjut diatur oleh Permentan No. 38 tahun 2020 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan. Sebagai penguat dari Permen tersebut, dibuat Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. Berdasarkan Sekretariat ISPO, sertifikasi yang telah diterbitkan hingga awal tahun 2020 yaitu sebanyak 621 untuk pelaku usaha, dengan produksi minyak kelapa sawit mentah sebesar 13 juta ton. Hal ini menunjukkan komitmen dan usaha konkret pemerintah dalam mendukung produksi kelapa sawit berkelanjutan.

Kabar baiknya lainnya adalah pemerintah telah mengadakan kebijakan green public procurement, yang mengatur pembelanjaan untuk keperluan publik dan pemerintah ke arah produk-produk yang berkelanjutan dan memiliki sertifikasi ecolabel. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulasi demand produk-produk berkelanjutan, khususnya untuk melibatkan komoditas produk kelapa sawit dan turunannya.

Selain Indah, dalam dialog kebijakan yang digagas IBCSD dan merupakan bagian dari program Green Lifestyle dengan kerjasama WWF Indonesia dan Accenture itu hadir pula: Sudaryatmo, Pengurus Harian Senior Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI); Angga Prathama Putra, Sustainable Palm Oil Project Leader, WWF Indonesia; Aryo Gustomo, Deputy Director of Compliance, RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil); serta, Dr. Rusman Heriawan, Penasihat Senior RAN-KSB (Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan).

Dari dialog kebijakan tersebut didapatkan kesimpulan bahwa konsumen dalam negeri belum banyak yang memiliki kesadaran tentang kelapa sawit berkelanjutan, dan bahkan tidak jarang belum mengetahui bahwa produk yang digunakan berbasis kelapa sawit.

Hal ini membuat konsumen masih menggunakan harga sebagai patokan memilih barang yang akan dikonsumsi. Ditambah dengan belum adanya kebijakan yang mendorong produksi dan penggunaan kelapa sawit berkelanjutan, maka masa depan kelapa sawit di Indonesia masih perlu diperjuangkan.

Diharapkan dengan adanya program-program seperti Green Lifestyle yang dicanangkan IBCSD, tantangan yang ada dapat teratasi dengan kolaborasi bersama. Program Green Lifestyle sendiri memiliki tujuan untuk mendorong praktek gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial melalui praktek Sustainable Consumption and Production (SCP). (Rls)

Advertisement iklan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bisnis

Cicipi Enaknya Roti Gambang Nostalgia Asal Karawaci

Published

on

Bisniscorner.com – Satu lagi produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) kue ringan asal Karawaci, Kota Tangerang tengah merambah ke nasional. Mengusung nama roti gambang nostalgia, pemilik usaha Happy Natalia saat ini gencar memasarkan produknya melalui marketplace dan reseller.

Kue ringan yang resepnya sejak 1950 dan telah turun temurun hingga saat ini dikerjakan oleh generasi ketiga memiliki delapan varian rasa dan yang paling popular varian original. Beberap varian itu coklat, kacang mete, kopi, original, kismis, keju, green tea dan kurma.

“Saya generasi ketiga dari ibu saya yang menerima resep pada tahun 1972, dan saya mulai merintis usaha ini dua tahun belakangan ini,” ujar Happy kepada wartawan, Senin (2/8).

Happy menyebutkan, harga jual kue nya itu per boks Rp 38.000 dengan isi 6 kue. Untuk saat ini pemasaran yang dilakukannya yaitu dengan memanfaatkan marketplace mulai dari Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lainnya. Dalam sehari produksi usahanya mampu membuat 500 boks pesanan pelanggan.

“Pembeli kami ada dari daerah-daerah Indonesia, seperti Surabaya, Padang, Medan, Bali dan beberapa kota besar lainnya selain Jabodetabek,” imbuhnya ditemui di tempat usahanya.

Ia pun membuka bagi siapa saja yang ingin menjadi reseller, caranya cukup mudah hanya mendaftarkan diri dengan biaya awal administrasi satu kali Rp 75.000.

“Bisa menghubungi kami melalui akun social media kami di instagram, roti.gamblang.nostalgia atau menghubungi nomor telepon saya di 081901297272,” ujarnya.

Ditengah pendemi ini, sambung Happy, diakui penjualan merosot drastis dibandingkan dengan sebelum pandemi. Beruntung, penjualan melalui online bisa menutupi biaya produksi, namun demikian dirinya berharap adanya peningkatan penjualan seiring pelonggaran PPKM level empat. (Fjn)

Continue Reading

Bisnis

Citilink Perkenalkan LinkMiles dengan Berbagai Keuntungan

Published

on

Bisniscorner.com – Maskapai penerbangan Citilink terus berinovasi di tengah pandemi untuk meningkatkan layanan dalam memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa dengan meluncurkan LinkMiles, sebuah program keanggotaan khusus terbaru untuk para pelanggan setia Citilink mulai hari ini, Jumat (30/7). 

“Citilink percaya loyalitas pelanggan berperan penting dalam eksistensi Citilink. Oleh karena itu, Citilink menghadirkan LinkMiles untuk dapat mengakomodir behavior pelanggan milenial yang agile dan adaptive sehingga pelanggan mendapatkan pelayanan dan kemudahan secara maksimal serta pengalaman terbang yang lebih dengan Citilink,” ujar Direktur Niaga Citilink Benny Rustanto dalam siaran tertulisnya, Jumat (30/7). 

Pendaftaran keanggotaan LinkMiles dapat dilakukan melalui aplikasi betterFly Citilink, di mana pelanggan dapat meningkatkan frekuensi terbang dengan Citilink untuk mencapai level keanggotaan yang lebih tinggi agar dapat memperoleh keuntungan seperti diskon pembelian seat, diskon pembelian makanan, fasilitas Priority Boarding, fasilitas Priority Check-in, gratis bagasi dan berbagai keuntungan lainnya. 

Benny menambahkan bahwa LinkMiles merupakan hasil kerja sama Citilink dengan Asyst sebagai bentuk sinergi antar Garuda Indonesia Group. 

“Kedepannya, LinkMiles akan berkolaborasi dengan berbagai mitra lainnya untuk aktivitas penukaran produk di luar tiket penerbangan seperti hotel, leisure, food & beverage, fashion dan ritel dengan menyasar brand yang diminati oleh kalangan milenial,” tambah Benny. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai keanggotaan LinkMiles, penumpang dapat mengirimkan email ke customerrelation@citilink.co.id atau mendapatkan informasi terbaru secara berkala melalui media sosial Citilink. 

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, Citilink mengimbau untuk selalu memperhatikan dan memenuhi ketentuan dokumen perjalanan yang dibutuhkan untuk daerah yang akan dituju serta tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat melalui 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi) selama berada di area bandara maupun ketika berada di pesawat.  (Fjn)

Continue Reading

Bisnis

GMF Terapkan Strategi Pemulihan Berkelanjutan

Published

on

Bisniscorner.com  – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk telah memetakan fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak pada kinerja Perseroan secara keseluruhan. Strategi pemulihan ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis Perseroan menuju era normal baru.

Untuk itu, GMF melakukan penguatan pada segmen kargo yang dilansir menjadi segmen bisnis potensial yang terus tumbuh di tengah kondisi pandemi saat ini. Berdasarkan laporan IATA periode April 2021, bisnis kargo tahun ini diprediksi masih akan terus menguat.

Pendapatan maskapai dari segmen bisnis ini secara global diproyeksikan akan meningkat hingga BUSD 152 atau sepertiga dari total pendapatan maskapai, dimana porsi ini meningkat signifikan dibandingkan periode-periode sebelumnya sebesar 10-15%. Hal tersebut mendatangkan keuntungan bagi Perseroan, dimana GMF mengalami peningkatan volume pekerjaan perawatan berat, terutama untuk pesawat kargo yang berasal dari luar negeri.

Direktur Utama GMF I Wayan Susena menyatakan bahwa penguatan bisnis kargo ini menjadi peluang tersendiri bagi GMF untuk menggarap pasar perawatan pesawat preighter (passenger-freighter).

“Pada 2020 hingga 2021 lalu, GMF telah melakukan konversi tiga pesawat preighter milik Garuda Indonesia Group. GMF juga melakukan inisiatif bisnis lain yang telah maupun akan direalisasikan untuk memastikan kelangsungan usaha Perseroan, seperti diversifikasi bisnis pada segmen usaha yang tidak terlalu terdampak pandemi seperti power services, defence industry, dan business/private jets,” terang Wayan. 

Meski demikian, GMF tidak memungkiri bahwa sektor perawatan pesawat komersil masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan Perseroan. Hal ini tercermin dalam Laporan Keuangan audited tahun buku 2020 dimana GMF berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar MUSD 258,3.

Pendapatan tersebut mayoritas dikontribusikan oleh sub-usaha reparasi dan overhaul sebesar MUSD 175,1, kemudian disusul oleh sub-usaha perawatan sebesar MUSD 52,6, dan pendapatan dari sub-usaha operasi lainnya sebesar MUSD 26.

“Di samping menggenjot pendapatan usaha, Perseroan juga melakukan berbagai inisiatif efisiensi untuk menurunkan beban usaha, baik pada aspek beban pegawai, material, subkontrak maupun beban operasional lainnya. Inisiatif efisiensi ini berhasil menekan beban-beban tersebut secara total hingga 25% dari tahun sebelumnya,” katanya.

Melihat kondisi industri aviasi yang masih menantang, upaya tersebut masih akan terus dijalankan pada tahun 2021 ini. Selain itu, Perseroan juga telah menyiapkan dan menerapkan sejumlah langkah strategis lainnya guna memitigasi dampak pandemi dan menjaga kesinambungan usaha.

“Di tengah tingkat uncertainty dan complexity yang masih cukup tinggi, GMF tengah fokus menjaga arus kas dan likuiditas. Langkah ini diwujudkan melalui pengelolaan piutang dan cash, penundaan belanja modal (CAPEX) pada proyek non-prioritas, efisiensi biaya operasional dan penyesuaian beban usaha, renegosiasi kontrak vendor, serta restrukturisasi hutang dengan kreditur-kreditur atas pinjaman yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang,” tutur Wayan. (Fjn)

Continue Reading

Berita Terbaru

Breaking News1 jam ago

Progres Fisik Sudah di Atas 75%, Bendungan Kering (Dry dam) Sukamahi dan Ciawi sebagai Pengendali Banjir Wilayah Metropolitan Jakarta

Bisniscorner.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Kering (dry dam) Sukamahi dan Ciawi...

Breaking News2 jam ago

Revolusi Teknologi Kedokteran Indonesia, Eka Hospital Hadirkan Operasi Skoliosis dengan Akurasi 99,9 Persen

Bisniscorner.com –  Seiring perkembangan jaman, kemajuan teknologi di berbagai sektor kehidupan ikut berubah, termasuk teknologi di dunia kedokteran. Berbagai inovasi...

Breaking News1 hari ago

Beri Kenyamanan Wisatawan dan Kegiatan Keagamaan, Kementerian PUPR Mulai Penataan Kawasan Suci Pura Besakih di Bali

Bisniscorner.com – Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia memiliki daya tarik yang identik dengan seni, budaya,...

Breaking News1 hari ago

Menteri Basuki Tegaskan Pentingnya Data BMKG dalam Pembangunan Infrastruktur

Bisniscorner.com – Sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah cincin api dan juga negara seismik aktif, Indonesia secara konstan menghadapi...

Breaking News1 hari ago

Percepat Herd Immunity, BIN Banten Gelar Valksinasi untuk Pelajar dan Santri

Bisniscorner.com – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten di delapan wilayah kabupeten dan kota se Provinsi Banten menggelar vaksinasi untuk...

Breaking News3 hari ago

BMCI Salurkan Bantuan dari Donasi Konsumen Alfamart untuk Relawan PMI Kota Tangerang

Bisniscorner.com – Sebagai bentuk kepedulian serta memerangi pandemi Covid-19, melalui hasil donasi konsumen yang digalang di toko Alfamart memberikan bantuan...

Trending